BOGOR, Jarinusa.id — Camat Parung Adhi Nugraha, S.STP., M.H., bersama Kepala Desa Cogreg Mad Yusuf Supriatna, melakukan monitoring kegiatan normalisasi saluran irigasi Sasak Sekunder di wilayah RT 01/RW 05, Desa Cogreg, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Jumat (2/10/2026).
Monitoring yang berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB tersebut turut dihadiri Kasi Ekbang Kecamatan Parung Roni, jajaran aparatur Kecamatan Parung, Binwil Febri, Kepala Dusun (Kadus) 04 Sumantri, Kadus Abdul Haris (Bois), serta Ketua RT Toni.
Normalisasi saluran Sasak Sekunder di wilayah Desa Cogreg hingga akhir September 2026 telah mencapai progres sekitar 1,72 kilometer dari target 2 kilometer.
Secara keseluruhan, kegiatan normalisasi saluran tersebut mencakup wilayah Desa Cogreg, Kecamatan Parung, hingga wilayah Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor. Jalur normalisasi membentang mulai dari depan Sekolah Muhammadiyah hingga Masjid Al Barkah, di samping pintu masuk KURI, dengan panjang sekitar 4 kilometer.
Dari total tersebut, sekitar 2 kilometer berada di wilayah Kecamatan Parung dan 2 kilometer lainnya berada di wilayah Kecamatan Ciseeng.
Normalisasi dilakukan untuk mengembalikan fungsi saluran irigasi, memperlancar aliran air, sekaligus mengurangi potensi banjir dan genangan yang kerap menjadi persoalan di sejumlah wilayah utara Kabupaten Bogor.
Saat ditemui awak media, Camat Parung Adhi Nugraha menjelaskan bahwa pekerjaan normalisasi telah berlangsung kurang lebih 21 hari.
Namun, menurutnya, masih terdapat sejumlah titik di lingkungan permukiman warga yang belum dapat dinormalisasi menggunakan alat berat. Kondisi tersebut disebabkan keterbatasan akses, terutama pada bagian saluran yang berada di bawah jembatan sehingga alat berat tidak dapat menjangkaunya.
“Kami terus berkomunikasi dengan warga agar titik-titik yang tidak dapat dijangkau alat berat bisa dilakukan secara mandiri oleh masyarakat,” ujar Adhi.
Imbauan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Warga menyambut baik ajakan untuk ikut bergotong royong melakukan normalisasi secara mandiri pada titik-titik yang belum dapat dijangkau alat berat.
Camat Parung bersama Kepala Desa Cogreg berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat mempercepat penyelesaian normalisasi sehingga fungsi saluran kembali optimal dan aliran air menjadi lebih lancar.
Penulis: Agustion


















