Bogor, Jarinusa.id – Aula Kantor Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, yang berada di lantai II, tampak dipenuhi para undangan dalam kegiatan reses anggota DPRD Kabupaten Bogor Daerah Pemilihan (Dapil) VI Masa Sidang I Tahun 2026–2027.
Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus wadah untuk menyerap aspirasi masyarakat, pemerintah desa, serta berbagai elemen masyarakat terkait kebutuhan pembangunan dan permasalahan yang dihadapi di wilayah Kecamatan Ciseeng dan sekitarnya.
Camat Ciseeng, Subhi, S.H., M.Si., tampak menyambut kehadiran Kapolsek Parung–Ciseeng, Kompol Maman Firmansyah, S.H., serta perwakilan Danramil, Kopda Wahyudin.
Hadir pula enam anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Dapil VI, yakni Sutisna, S.Fil.I. (PAN), Irvan Baihaqi Tabroni, S.E., M.E. (PKS), Andi Permana, S.E. (Gerindra), Oke Fauzi, S.E., M.M. (Golkar), Arief Rochmawan, S.I.Kom. (Gerindra), dan Irman Nurcahya, S.E. (Demokrat).
Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah kepala desa dan perwakilan pemerintah desa, di antaranya Kepala Desa Cibeuteung Muara H. Asep Suhendar, Kepala Desa Cihowe Wahyudin, Kepala Desa Parigi Mekar Ade Syaprudin, M.M., Kepala Desa Cibentang Hasanudin, Kepala Desa Cibeuteung Udik Bambang IG, Kepala Desa Babakan Marwan Suherwan, Sekretaris Desa Karihkil Pipih, Kepala Desa Kuripan Siti Aswat Narulita, Kepala Desa Ciseeng RBM, serta Kepala Desa Putat Nutug Mad Darmawan.
Turut hadir Ketua PPBNI Satria Banten DPC Kabupaten Bogor Abah Muhammad Mulyadi, perwakilan Puskesmas Ciseeng Ajat Sudrajat, organisasi kemasyarakatan seperti Pemuda Pancasila (PP) dan BPPKB, Pemuda NU, kepala sekolah, pelaku UMKM, IPSM, PMI, para kader, serta unsur masyarakat lainnya.
Penguatan Kawasan Minapolitan Jadi Perhatian
Dalam kegiatan tersebut, anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PKS, Irvan Baihaqi Tabroni, mendorong penguatan tata kelola serta dukungan sarana dan prasarana untuk mengoptimalkan pengembangan kawasan minapolitan di Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Menurutnya, dukungan infrastruktur dan program pembangunan yang berkaitan dengan sektor perikanan menjadi hal penting untuk menunjang aktivitas masyarakat, khususnya para pelaku usaha budidaya ikan.
Kecamatan Ciseeng dikenal sebagai salah satu kawasan yang memiliki potensi besar di sektor perikanan. Oleh karena itu, pengembangan kawasan minapolitan perlu didukung dengan penataan infrastruktur, sistem pengelolaan yang baik, serta program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Selain membahas pengembangan kawasan minapolitan, reses tersebut juga menyoroti sejumlah prioritas pembangunan, termasuk persoalan normalisasi sungai di wilayah Kecamatan Ciseeng.
Camat Ciseeng Sampaikan Kebutuhan Normalisasi Sungai
Camat Ciseeng, Subhi, S.H., M.Si., menyampaikan sejumlah kebutuhan sarana dan prasarana untuk mendukung pengembangan kawasan minapolitan. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah normalisasi aliran sungai yang berkaitan dengan aktivitas perikanan dan sistem pengairan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor telah memberikan bantuan berupa alat berat ekskavator yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan normalisasi sungai di wilayah Kecamatan Ciseeng.
Bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah dalam menunjang penataan aliran sungai serta mendukung kebutuhan masyarakat di kawasan tersebut.
“Salah satu dukungan dari Pemkab Bogor saat ini sudah kita dapatkan berupa bantuan ekskavator yang bisa digunakan untuk kegiatan normalisasi,” ucap Subhi.
Aspirasi Persoalan Sampah hingga Kebutuhan Pendidikan
Reses anggota DPRD Kabupaten Bogor Dapil VI ini juga menjadi kesempatan bagi para kepala desa untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah daerah.
Kepala Desa Cibeuteung Muara, H. Asep Suhendar, turut menyampaikan permasalahan sampah yang dihadapi di wilayahnya. Selain itu, kepala desa lainnya dan perwakilan sekolah juga memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan berbagai kebutuhan serta usulan pembangunan.
Melalui kegiatan reses ini, diharapkan berbagai aspirasi yang disampaikan pemerintah desa, sektor pendidikan, pelaku usaha, dan masyarakat dapat menjadi bahan pertimbangan bagi anggota DPRD Kabupaten Bogor dalam memperjuangkan program pembangunan sesuai kebutuhan di daerah pemilihan masing-masing.
Penulis: Agustion


















