Depok, jarinusa.id – Di tengah pesatnya pembangunan dan modernisasi Kota Depok, tersimpan warisan sejarah panjang yang menjadi fondasi lahirnya identitas kota, yakni keberagaman yang telah hidup dan berkembang selama lebih dari tiga abad.
Sejarah tersebut berawal dari komunitas Kaum Depok, sebuah kelompok masyarakat yang menjadi bagian penting dalam perjalanan terbentuknya Kota Depok. Berasal dari berbagai latar belakang suku dan daerah di Nusantara, mereka hidup berdampingan dalam semangat persatuan, melahirkan nilai-nilai toleransi, gotong royong, kebersamaan, dan penghormatan terhadap perbedaan yang masih terjaga hingga saat ini.
Untuk menghidupkan kembali warisan sejarah tersebut, Pemerintah Kota Depok bersama berbagai pihak akan menggelar Festival Depok Heritage 2026 pada 27–28 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan 312 Tahun Kaum Depok sekaligus upaya memperkenalkan kembali sejarah dan budaya lokal kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Kepala Bidang Kebudayaan, Pengembangan Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif (Budparekraf) Disporyata Kota Depok, Startik, mengatakan bahwa festival akan dipusatkan di kawasan bersejarah Depok Lama, mulai dari Jalan Pemuda hingga kawasan Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC).
“Festival Depok Heritage menjadi momentum penting untuk mengenalkan kembali sejarah Kaum Depok sekaligus memperkuat identitas budaya Kota Depok kepada masyarakat,” ujarnya.
Berbagai kegiatan menarik dan edukatif telah disiapkan untuk memeriahkan festival. Sebanyak 50 pelaku UMKM akan hadir menawarkan aneka kuliner khas, kerajinan tangan, hingga produk fesyen lokal. Pengunjung juga dapat menikmati pameran foto heritage di Depok Historical Studio yang menampilkan perjalanan sejarah Kota Depok dari masa ke masa.
Tak hanya itu, Festival Art Depok Lama akan menghadirkan para seniman yang menuangkan kreativitasnya melalui karya mural bertema sejarah dan kehidupan masyarakat Depok. Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana edukasi budaya sekaligus ruang ekspresi kreatif bagi masyarakat.
Memasuki sore hari, suasana akan semakin semarak dengan Parade Budaya Kaum Depok yang melibatkan ratusan warga. Mengenakan busana tempo dulu, para peserta akan berjalan dari Jalan Pemuda menuju kawasan YLCC, menghadirkan nuansa nostalgia yang membawa pengunjung seakan kembali menelusuri perjalanan sejarah Depok.
“Parade budaya menjadi salah satu atraksi yang menggambarkan perjalanan sejarah dan kehidupan masyarakat Depok dari masa ke masa,” tutur Startik.
Pada malam harinya, kawasan Depok Lama akan disulap menjadi ruang nostalgia lintas generasi melalui acara Depok Lama Tembang Kenangan. Lagu-lagu populer era 1970 hingga 1980-an akan mengiringi kebersamaan warga sebelum festival hari pertama ditutup dengan penampilan meriah Koplo Disko yang memadukan musik modern dengan semangat kebersamaan masyarakat.
Rangkaian kegiatan akan berlanjut pada 28 Juni 2026 dengan agenda internal YLCC berupa Ibadah Perayaan 312 Tahun Jemaat Masehi Depok yang diselenggarakan di GPIB Immanuel Depok. Selain itu, masyarakat masih dapat menikmati pameran foto sejarah, bazar UMKM, serta menyaksikan proses penyelesaian mural yang menjadi bagian dari Festival Art Depok Lama.
Lebih dari sekadar perayaan budaya, Festival Depok Heritage 2026 menjadi pengingat bahwa Kota Depok dibangun di atas fondasi keberagaman yang kuat. Nilai-nilai toleransi, gotong royong, dan kebersamaan yang diwariskan Kaum Depok menjadi modal sosial yang terus dijaga dan relevan hingga kini.
Melalui festival ini, masyarakat diharapkan tidak hanya menikmati hiburan, tetapi juga semakin mengenal sejarah kotanya, menghargai warisan budaya yang dimiliki, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap Depok sebagai rumah bersama.
Festival Depok Heritage 2026 menjadi bukti bahwa di tengah perubahan zaman, sejarah dan keberagaman tetap menjadi identitas yang menyatukan seluruh warga Depok dari berbagai latar belakang. Jejak panjang Kaum Depok tidak hanya dikenang, tetapi juga dirawat dan diwariskan kepada generasi masa depan.
(Aden)


Leave a Reply