banner 728x250

Dana Desa Tersisa Rp373 Juta, Pemdes Kuripan Dorong Gotong Royong dalam Musrenbangdes 2027

banner 120x600
banner 468x60

BOGOR, Jarinusa.id – Pemerintah Desa Kuripan, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) pada Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2027 serta Daftar Usulan RKP (DU-RKP) Tahun Anggaran 2028.

Musrenbangdes yang berlangsung secara terbuka di Kampung Cihowe RT 02/RW 04 tersebut menjadi momentum strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyelaraskan prioritas pembangunan desa, terutama di bidang infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, dan pembinaan para kader.

banner 325x300

Kegiatan ini dihadiri Kepala Desa Kuripan Siti Aswat Narulita, S.Pd., yang akrab disapa Bunda Ita, Sekretaris Desa Rido Ihtiar, Abdurohman, Rodiman, Undan, Bhabinkamtibmas Aipda Hary, Babinsa Serma Dwi Wahyono, serta Andi Misja yang mewakili Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Turut hadir tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan PPBNI Satria Banten dan Pemuda Pancasila, Karang Taruna Desa Kuripan, para ketua RT/RW, kepala dusun, kader PKK, PAUD, Posyandu, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), serta tamu undangan lainnya.

Sementara itu, pihak Kecamatan Ciseeng diwakili Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Ahmad Rosadi, S.Ag., M.M., yang didampingi Kasi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Lukman Ariadi, S.IP., Wahyu Hidayat, Anis Sania, dan Komar.

Bunda Ita Paparkan Program Pembangunan dan Pemangkasan Dana Desa

Dalam sambutannya, Kepala Desa Kuripan Siti Aswat Narulita, S.Pd., memaparkan sejumlah program pembangunan desa, termasuk rencana akselerasi Bantuan Keuangan Tahun 2026.

Ia menjelaskan, salah satu fokus pembangunan infrastruktur yang direncanakan adalah ruas jalan dari H. Neran hingga Curug Go’ong. Untuk merealisasikan program tersebut, Bunda Ita menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah desa, BPD, serta para ketua RT dan RW.

Di sisi lain, ia juga menyampaikan bahwa anggaran Dana Desa mengalami pemangkasan signifikan sehingga tersisa sekitar Rp373 juta.

Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah desa dalam menjalankan berbagai program pembangunan dan pelayanan masyarakat. Karena itu, semangat gotong royong yang selama ini menjadi budaya masyarakat perlu kembali diperkuat.

Adapun sejumlah program yang menjadi perhatian dalam akselerasi Bantuan Keuangan Tahun 2026 meliputi pengembangan Dayeuh Pajajaran, pengolahan sampah, dan pembangunan infrastruktur.

Bunda Ita berharap berbagai usulan yang disampaikan oleh para ketua RT/RW, kepala dusun, kepala sekolah, serta tokoh masyarakat dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan skala prioritas pembangunan Desa Kuripan.

Ia juga mendorong agar pihak sekolah dapat menjalin kolaborasi dengan pemerintah desa demi mendukung kemajuan pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia di wilayahnya.

“Mudah-mudahan apa yang diusulkan oleh para ketua RT/RW, kepala dusun, kepala sekolah, dan tokoh masyarakat dapat terlaksana demi kemajuan Desa Kuripan. Kami sangat berharap kepala sekolah juga dapat berkolaborasi dengan pemerintah desa,” ungkapnya.

BPD Ajak Masyarakat Kembali Perkuat Gotong Royong

Pada kesempatan yang sama, Andi Misja selaku perwakilan Ketua BPD menjelaskan bahwa Musrenbangdes merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan sebagai bagian dari proses perencanaan pembangunan, baik di tingkat desa maupun kecamatan.

Ia menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan, terlebih di tengah keterbatasan anggaran Dana Desa yang kini tersisa sekitar Rp373 juta.

Menurutnya, semangat gotong royong perlu kembali digalakkan agar berbagai kebutuhan pembangunan di lingkungan masyarakat tetap dapat diperjuangkan secara bersama-sama.

Sekcam Ciseeng: Kekompakan RT/RW Menjadi Kunci Pembangunan

Menutup rangkaian sambutan, Sekretaris Kecamatan Ciseeng Ahmad Rosadi, S.Ag., M.M., menyampaikan pesan mengenai pentingnya kekompakan seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat dalam mendukung pembangunan desa.

Dengan gaya penyampaian yang diselingi humor, ia mengingatkan bahwa ketua RT dan RW merupakan unsur kelembagaan kemasyarakatan desa yang berada di garis terdepan dalam pelaksanaan pembangunan di wilayah masing-masing.

Menurutnya, perencanaan yang baik dan dukungan anggaran yang tersedia tidak akan berjalan maksimal apabila tidak disertai kebersamaan serta koordinasi yang kuat antara ketua RT, RW, dan kepala dusun.

“Sebagus dan seindah apa pun perencanaan, sebanyak apa pun yang disiapkan, kalau ketua RT/RW dan kepala dusun tidak guyub serta tidak kompak, maka rencana tinggal rencana,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan desa tidak hanya bergantung pada perencanaan dan ketersediaan anggaran, tetapi juga pada komitmen, partisipasi, dan semangat kebersamaan seluruh elemen masyarakat.

Melalui Musrenbangdes ini, Pemerintah Desa Kuripan diharapkan dapat merumuskan program prioritas yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah desa, pemerintah kecamatan, lembaga kemasyarakatan, dan warga demi mewujudkan pembangunan Desa Kuripan yang lebih baik.

 

Penulis: Agustion

banner 325x300