banner 728x250

Bukan Sekadar Seremoni, Maulid Nabi di Kebon Kopi Satukan Warga dan Hidupkan Sunnah Rasul

banner 120x600
banner 468x60

Depok, Jarinusa.id — Bukan sekadar berkumpul dan mendengarkan tausiah. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Kampung Kebon Kopi, RT 02/08, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, menjadi momentum untuk kembali menguatkan silaturahmi sekaligus mengingatkan masyarakat agar menjadikan akhlak dan sunnah Rasulullah sebagai pedoman dalam kehidupan.

Digelar di Masjid Al-Muttaqin, Minggu malam (20/9/2026), kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Jamaah dari RT 01 hingga RT 05 RW 08 hadir dan berbaur dengan jamaah dari sejumlah wilayah sekitar, seperti Parung Poncol, Kebon Kopi, Pengasinan dan Sawangan.

banner 325x300

Tidak hanya warga RW 08, jamaah dari RW 06 dan RW 07, di antaranya Embong Muslihudin bersama para jamaah, turut hadir dalam majelis tersebut.

Kehadiran masyarakat lintas lingkungan itu menjadi gambaran bahwa Maulid Nabi masih menjadi ruang penting bagi warga untuk bertemu, bersilaturahmi dan memperkuat persaudaraan.

Dari Panitia: Maulid Jangan Berhenti sebagai Seremonial

Ketua Panitia Maulid, Sukirno, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan tersebut.

Ia memberikan apresiasi kepada seluruh warga, donatur, DKM Masjid Al-Muttaqin, para ketua RT, tokoh masyarakat, panitia serta seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan acara.

“Alhamdulillah, kita dapat berkumpul dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Terima kasih kepada seluruh warga dan semua pihak yang telah membantu, baik tenaga, pikiran maupun materi. Semoga menjadi amal kebaikan dan mendapatkan balasan dari Allah SWT,” ujar Sukirno.

Menurutnya, peringatan Maulid hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan mengamalkan ajaran yang dibawa beliau.

Ketua DKM: Cinta Rasul Harus Terlihat dalam Kehidupan

Pesan serupa disampaikan Ketua DKM Masjid Al-Muttaqin, Ustadz Toyib Ali.

Ia mengajak jamaah untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kecintaan kepada Nabi tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus tercermin melalui akhlak dan perilaku.

“Yang paling penting bukan hanya kita memperingati kelahiran beliau, tetapi bagaimana akhlak dan sunnah Rasulullah bisa kita hadirkan dalam kehidupan kita sehari-hari,” tuturnya.

Ia berharap Masjid Al-Muttaqin tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga terus menjadi pusat pembinaan umat dan ruang untuk memperkuat persaudaraan masyarakat.

Lurah Pengasinan: Kebersamaan Warga Harus Dijaga

Sementara itu, Lurah Pengasinan Ari Andriana Wijaya, S.Pt., mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurut Ari, kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi memiliki nilai penting dalam menjaga silaturahmi dan kebersamaan masyarakat.

“Selain menjadi bagian dari syiar Islam, kegiatan Maulid juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat,” ujarnya.

Ari juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan kekompakan di lingkungan masing-masing.

Hadir pula Sekretaris Kelurahan Suherman, Ketua LPM Marjuki, serta sejumlah tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya.

KH M. Hamdah: Jalani Hidup dengan Ikhlas

Memasuki acara inti, jamaah terlebih dahulu mengikuti pembacaan Maulid Nabi dan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh Qori Ustadz Arifin.

Suasana kemudian semakin khidmat saat KH. M. Hamdah, S.Ag., dari Lio, Depok, menyampaikan tausiah.

Dalam ceramahnya, KH. M. Hamdah mengajak jamaah untuk menjalani kehidupan dengan penuh keikhlasan. Setiap persoalan dan ketentuan hidup, kata dia, harus dihadapi dengan kesabaran, ikhtiar dan tetap bersandar kepada Allah SWT.

Ia juga menekankan pentingnya menjalankan sunnah Rasulullah SAW sebagai bentuk nyata kecintaan umat kepada Nabi Muhammad SAW.

Pesannya sederhana, tetapi mendalam: jangan hanya mengenang Rasulullah dalam acara Maulid, tetapi hadirkan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Remaja Garima di Balik Suksesnya Acara

Suksesnya kegiatan tersebut juga tidak lepas dari peran para pemuda dan remaja Garima.

Mereka turut menangani berbagai kebutuhan teknis, mulai dari perlengkapan, dekorasi hingga penataan panggung.

Keterlibatan para remaja menjadi warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Generasi muda tidak hanya hadir sebagai jamaah, tetapi juga mengambil bagian dalam mempersiapkan dan menyukseskan kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat.

Satu Majelis, Beragam Kampung

Dari RT 01 hingga RT 05 RW 08, jamaah datang dan berkumpul dalam satu majelis. Jamaah dari Parung Poncol, Kebon Kopi, Pengasinan, Sawangan, hingga jamaah RW 06 dan RW 07 juga turut menyatu dalam suasana kebersamaan.

Di tengah kehidupan masyarakat yang semakin beragam, peringatan Maulid Nabi tersebut menjadi pengingat bahwa masjid dan kegiatan keagamaan dapat menjadi ruang untuk mempertemukan masyarakat tanpa melihat batas lingkungan.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Kebon Kopi akhirnya meninggalkan pesan yang lebih luas dari sekadar sebuah acara tahunan: mencintai Rasulullah berarti berusaha meneladani akhlaknya, menjalankan sunnahnya, serta menjaga ukhuwah dan kepedulian terhadap sesama.

(Aden)

banner 325x300