BANDUNG, Jarinusa.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, melepas sebanyak 3.000 mahasiswa Telkom University yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung, Sabtu (24/10/2026).
KKN Tematik kali ini mengusung tema penanganan sampah melalui program Gotong Royong Akademisi Berkolaborasi dan Berinovasi (Gradasi). Program tersebut diharapkan mampu mendorong keterlibatan mahasiswa dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan sampah melalui edukasi, kolaborasi, dan inovasi.
Dalam sambutannya, Herman menegaskan bahwa KKN Tematik bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Tema yang kita usung adalah pengelolaan sampah. Tentu bukan hanya konsen belajar, tetapi bagaimana memulai memahami dinamika persoalan di sekeliling kita,” ujar Herman.
Menurutnya, persoalan sampah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga perguruan tinggi. Karena itu, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya pengelolaan sampah.
Herman menjelaskan, sasaran utama KKN Tematik ini adalah mengedukasi masyarakat agar mampu mengurangi timbulan sampah, memanfaatkan kembali barang yang masih bernilai guna, serta mendaur ulang sampah yang dihasilkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berpandangan persoalan sampah ini harus bahu-membahu antara pemerintah, masyarakat, dan perguruan tinggi dengan sasaran utamanya adalah mengedukasi masyarakat agar mengurangi, memanfaatkan, dan mendaur ulang sampah,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
“Jadi, apa yang akan adik-adik lakukan ini adalah bagian dari tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi. Jadi, kita akan sama-sama ke lapangan melakukan edukasi,” tutur Herman.
Sampah Bandung Raya Capai 5.000 Ton per Hari
Lebih lanjut, Herman mengungkapkan bahwa wilayah Bandung Raya saat ini masih menghadapi tantangan serius dalam penanganan sampah. Berdasarkan data yang disampaikannya, volume sampah di Bandung Raya mencapai sekitar 5.000 ton setiap hari, sementara jumlah sampah yang terkelola baru sekitar 30 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah, terutama dengan memulai pemilahan dan pengurangan sampah dari lingkungan rumah tangga.
Menurut Herman, pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan proses pengangkutan dan pembuangan. Upaya pengurangan, pemanfaatan kembali, dan daur ulang harus menjadi kebiasaan masyarakat agar volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan dapat ditekan.
“Setiap hari sampah di Bandung Raya ada 5.000 ton dan yang terkelola baru 30 persen, yang sejatinya bisa dikelola sejak dari rumah tangga dengan mengurangi, memanfaatkan, dan mendaur ulang sampah,” pungkasnya.
Melalui program Gradasi, keterlibatan 3.000 mahasiswa Telkom University diharapkan dapat memperkuat sinergi antara dunia akademik, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun kesadaran lingkungan serta mendorong pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
(Aden)














