banner 728x250
SOSIAL  

Disdukcapil Wilayah 1 Parung Gelar PATUNG PAKDE di Desa Cogreg, Warga Antusias Manfaatkan Layanan Adminduk

banner 120x600
banner 468x60

Bogor, Jarinusa.id — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor melalui UPT Wilayah 1 Parung menggelar program Pelayanan Adminduk Terpadu UPT 1 Parung Keliling Menyapa Desa (PATUNG PAKDE) di Kantor Pemerintah Desa Cogreg, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Sabtu (3/10/2026).

Kegiatan pelayanan administrasi kependudukan secara jemput bola tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Sejak pukul 07.30 WIB, warga sudah berdatangan ke kantor desa untuk memanfaatkan berbagai layanan administrasi kependudukan tanpa harus mendatangi kantor pelayanan utama.

banner 325x300

Kegiatan tersebut disambut oleh Saiful Bahri, Ahmad Lubis, Aris, Andi, dan Pandi, dengan dukungan Jujun Juniati, Titin Kartika, Lia, Deni, Ebiet, para Ketua RT/RW, kepala dusun, serta Linmas Desa Cogreg.

Program PATUNG PAKDE merupakan inovasi pelayanan jemput bola yang bertujuan mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat hingga tingkat desa.

Berbagai pelayanan tersedia dalam kegiatan tersebut, mulai dari pembuatan akta kelahiran dan akta kematian, pembuatan maupun pembaruan Kartu Keluarga (KK), perekaman KTP elektronik (e-KTP), pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA), hingga pengaktifan Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah warga yang memanfaatkan layanan. Bahkan, suasana Kantor Desa Cogreg pada hari libur tersebut tampak seperti hari kerja karena warga datang sejak pagi untuk mengurus berbagai dokumen kependudukan.

Saiful Bahri, yang mewakili Kepala Desa Cogreg Mad Yusuf Supriatna karena sedang menjalankan kegiatan di luar, mengatakan bahwa PATUNG PAKDE menjadi salah satu upaya mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

“Program Patung Pakde adalah untuk mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan yang langsung ke masyarakat tingkat desa/kecamatan agar lebih hemat waktu dan biaya tanpa harus pergi jauh ke kantor pelayanan utama. Menggunakan prinsip One Day Service, yaitu dokumen jadi dalam satu hari untuk pelayanan keliling yang dikunjungi,” ujar Saiful Bahri.

Ia menjelaskan, berdasarkan data pelayanan pada kegiatan tersebut, terdapat 45 warga yang mengurus akta kelahiran, 12 akta kematian, 62 Kartu Identitas Anak (KIA), 34 Kartu Keluarga (KK), satu perekaman KTP elektronik, serta 18 warga melakukan pengaktifan Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Menurutnya, tingginya antusiasme warga menunjukkan bahwa pelayanan administrasi kependudukan secara langsung di tingkat desa sangat membantu masyarakat, terutama dalam menghemat waktu dan biaya transportasi.

“Harapannya program seperti ini dapat terus dilakukan sehingga masyarakat semakin mudah mendapatkan pelayanan administrasi kependudukan,” pungkas Saiful Bahri.

Penulis: Agustion

banner 325x300