Bogor, jarinusa.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Kota Depok meneguhkan komitmennya untuk melahirkan wartawan yang berintegritas serta memperkuat soliditas organisasi melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 17–18 Desember 2025, di Vila Memory, kawasan gunung Salak Endah, Kabupaten Bogor.
Rakerda mengusung tema “Membangun Integritas Profesi Wartawan dan Penguatan Soliditas dalam Peningkatan Kinerja Organisasi” dan secara resmi dibuka oleh Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Organisasi Kemasyarakatan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Depok, Nuryanto, S.E., M.Si., yang hadir mewakili Kepala Bakesbangpol Kota Depok, N. Lienda Ratnanurdianny, S.H., M.Hum.
Ketua DPD SWI Kota Depok, Yenny, menegaskan bahwa SWI bukanlah organisasi yang hanya aktif saat pelantikan lalu menghilang. Ia menyebutkan, sejak terbentuk dari Sekber Wartawan Kota Depok pada 2017, SWI tetap konsisten menjalankan program kerja secara berkelanjutan.
“Sejak 2017 hingga sekarang, Alhamdulillah SWI masih eksis dengan program kerja tahunan. Dari 127 anggota, yang bertahan adalah mereka yang solid dan tetap berpegang pada fakta integritas yang ditandatangani sejak awal bergabung,” ujar Yenny, Rabu (17/12/2025).
Yenny juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota SWI Depok yang terus setia mendampingi organisasi dan berpartisipasi aktif dalam Rakerda. Ia berharap keberadaan SWI dapat memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.
“Pertanyaan tentang apa manfaat bergabung di SWI, biarlah masing-masing anggota yang merasakannya dan menjawab dengan perjalanan mereka sendiri,” ungkapnya.
Sementara itu, Nuryanto menilai tema Rakerda SWI Depok tahun ini cukup berat namun relevan dengan tantangan profesi wartawan saat ini. Menurutnya, integritas merupakan fondasi utama dalam menjalankan profesi jurnalistik.
“Integritas itu tidak main-main. Tidak berbohong, tidak menipu, dan memiliki pendirian yang kokoh. Ini nilai yang harus terus dibangun oleh rekan-rekan wartawan SWI,” tuturnya.
Selain itu, ia juga mendorong SWI Depok agar mulai merumuskan program kemandirian ekonomi yang dapat berdampak pada kesejahteraan anggota serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Ketua Panitia Rakerda SWI Depok 2025, Ade Nopiansyah, menyampaikan bahwa suksesnya pelaksanaan Rakerda tidak terlepas dari soliditas dan kebersamaan seluruh anggota. Ia juga mengapresiasi dukungan dan motivasi yang diberikan Ketua DPD SWI Depok kepada panitia dan peserta.
“Kegiatan ini menjadi sumber ilmu, kekuatan informasi, dan bekal bagi kita semua agar roda organisasi SWI Depok dapat berjalan sesuai rencana,” kata Ade.
Rangkaian Rakerda diawali dengan pembukaan pada Rabu sore, sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun ke-7 Program Ngopi Bareng. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemilihan majelis sidang yang dipercaya memimpin jalannya persidangan, yakni Agus Hendra, Icha, dan Riki.
Dari puluhan usulan program yang masuk, majelis sidang membentuk Tim Tujuh yang bertugas menggodok dan menyaring usulan kegiatan untuk tahun 2026. Tim tersebut terdiri dari Riki, Yenny, Agus Hendra, Thesa, Icha, Ailando, dan Ardhie. Dari 37 usulan, disepakati 22 kegiatan yang ditetapkan sebagai hasil resmi Rakerda.
Rakerda DPD SWI Depok Tahun 2025 ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Ketetapan Rakerda yang bersifat mengikat, baik ke dalam maupun ke luar organisasi. Ketetapan tersebut menjadi pedoman dan bekal bagi SWI Kota Depok dalam menjalankan program dan kegiatan sepanjang tahun 2026.
(Aden)
![]()









