Jakarta, jarinusa.id – Ramadhan 1447 Hijriah menghadirkan kabar menggembirakan bagi keluarga besar Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI). Di tengah persiapan Musyawarah Nasional (Munas) dan meningkatnya aktivitas organisasi di berbagai daerah, SWI menerima tawaran sinergi strategis dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia.
Komunikasi awal dari pihak BAZNAS membuka peluang kolaborasi dalam memperluas pelayanan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) kepada masyarakat. Ajakan tersebut dinilai sebagai bentuk pengakuan atas eksistensi dan peran aktif SWI di tingkat nasional.
Plt. Ketua Umum SWI, Herry Budiman, menyambut positif peluang tersebut. Ia menilai momentum Ramadhan sangat tepat untuk menguatkan kolaborasi dakwah zakat berbasis literasi dan publikasi media.
“Nanti saya komunikasikan untuk penandatanganan MoU pada pembukaan Munas di Boyolali, sekaligus kita beri waktu untuk sosialisasi program BAZNAS kepada peserta Munas,” ujar Herry, Selasa 3 Maret 2026.
Akan Dipaparkan di Munas SWI 21 Mei 2026
Rencana kolaborasi ini akan menjadi salah satu agenda penting dalam pembukaan Munas SWI pada 21 Mei 2026 mendatang. Pihak BAZNAS direncanakan hadir untuk memaparkan langsung peluang kerja sama di hadapan peserta Munas sesi pagi.
Diskusi internal panitia Munas berlangsung dinamis dan penuh optimisme. Sejumlah pengurus mendorong agar kerja sama tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan ditindaklanjuti melalui Nota Kesepahaman (MoU) yang konkret, terukur, dan berkelanjutan.
Program Unggulan BAZNAS Siap Dikawal SWI
Kolaborasi ini semakin relevan mengingat BAZNAS telah memiliki berbagai program nasional berdampak luas, di antaranya:
- Beasiswa Cendekia BAZNAS – Dukungan pendidikan tinggi bagi generasi dari keluarga kurang mampu.
- Bank Zakat Mikro – Pembiayaan usaha mikro berbasis masjid tanpa riba.
- Rumah Layak Huni – Renovasi dan pembangunan hunian sehat bagi dhuafa.
- BAZNAS Tanggap Bencana – Respons cepat bantuan kemanusiaan saat terjadi bencana alam.
- ZMart – Modernisasi warung milik mustahik agar lebih berdaya saing.
- Rumah Sehat BAZNAS – Layanan kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu.
- ZChicken – Program pemberdayaan ekonomi berbasis usaha kuliner ayam.
- Santripreneur – Penguatan kewirausahaan santri berbasis nilai pesantren.
Melalui jejaring SWI yang tersebar di berbagai daerah, model-model sukses tersebut berpeluang direplikasi secara lebih luas dengan dukungan publikasi dan literasi zakat yang profesional.
Menguatkan Peran Media dalam Dakwah Zakat
Sinergi SWI dan BAZNAS membuka ruang strategis bagi penguatan dakwah zakat melalui media. Tidak hanya dalam aspek pemberitaan, tetapi juga dalam edukasi publik, kampanye sosial, hingga penguatan ekonomi berbasis pertanian, UMKM, dan pesantren.
Kolaborasi ini juga dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat positioning SWI sebagai mitra gerakan sosial nasional yang profesional dan berdampak.
“Semoga langkah ini menjadi awal kejayaan SWI di masa depan dalam menguatkan peran wartawan dalam dakwah zakat, menebar manfaat seluas-luasnya, dan menghadirkan keberkahan bagi umat dan bangsa,” tandas Herry.
Ramadhan tahun ini pun menjadi titik temu antara profesionalisme media, gerakan sosial kebangsaan, dan dakwah zakat nasional.
(Aden)













