Pemcam Ciseeng Gelar Lomba Pidato Meriahkan HUT RI ke-81

Bogor, Jarinusa.id — Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, menggelar lomba pidato, Minggu (16/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Pemerintah Kecamatan Ciseeng tersebut diikuti para peserta dari lingkungan masyarakat. Selain menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT RI, lomba pidato ini juga bertujuan meningkatkan keberanian, kepercayaan diri, serta kemampuan masyarakat dalam menyampaikan gagasan di hadapan orang banyak.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Ciseeng Ahmad Rosadi, S.Ag., Staf Ekbang Wahyu Hidayat, Kepala Desa Cihowe Wahyudin bersama Ketua TP PKK Awinah, Staf Pemerintah Desa Kuripan Abdurohman, serta dewan juri Arief Setiawan, Mustafid dan Sri Rahmayanti.

Kegiatan dibuka oleh Sekcam Ciseeng Ahmad Rosadi, S.Ag. Dalam sambutannya, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam lomba pidato tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan lomba pidato ini. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat berjalan dengan sukses, aman, nyaman, dan tentunya memberikan kebahagiaan bagi kita semua,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu dewan juri, Arief Setiawan, memberikan arahan kepada para peserta terkait sejumlah aspek yang menjadi perhatian dalam penilaian lomba pidato.

Menurutnya, terdapat beberapa hal penting yang harus diperhatikan peserta, di antaranya artikulasi, intonasi, aksentuasi, pengaturan volume suara, serta teknik penggunaan mikrofon.

Artikulasi dan kejelasan ucapan menjadi hal penting agar setiap kata yang disampaikan dapat dipahami pendengar. Begitu pula dengan intonasi, peserta diharapkan tidak menyampaikan pidato dengan nada yang datar dari awal hingga akhir.

“Jangan berbicara dengan nada yang datar. Ada bagian yang perlu ditekan, dinaikkan, atau diturunkan sesuai dengan makna yang ingin disampaikan,” jelasnya.

Selain itu, peserta juga harus memperhatikan aksentuasi atau penekanan pada kata-kata tertentu yang dianggap penting. Pengaturan volume suara dan jarak penggunaan mikrofon juga perlu diperhatikan agar suara tetap jelas dan nyaman didengar.

Arief juga menjelaskan bahwa sistematika penyampaian menjadi bagian penting dalam penilaian. Sebuah pidato harus memiliki alur yang jelas, mulai dari pembukaan, isi hingga penutup.

Peserta juga dituntut mampu memilih diksi yang tepat dan menyusun kalimat secara baik sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dengan mudah oleh masyarakat.

Aspek lainnya adalah mimik dan gestur, termasuk ekspresi wajah, gerakan tangan, posisi tubuh serta bahasa tubuh yang ditampilkan selama menyampaikan pidato.

Sementara itu, dewan juri Mustafid menekankan pentingnya tema yang jelas dan konsisten. Menurutnya, pidato yang baik bukan hanya dinilai dari cara penyampaiannya, tetapi juga harus memiliki pesan yang relevan dan memberikan dampak bagi masyarakat.

“Kalau sejak awal mengambil tema gotong royong, maka isi pidato dari pembukaan sampai penutup harus tetap selaras dengan tema tersebut,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar peserta mengangkat persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, seperti kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah maupun kegiatan gotong royong.

Menurutnya, seorang pembicara juga harus mampu membangun komunikasi dengan masyarakat. Pidato tidak semata-mata bersifat satu arah, tetapi harus mampu mengajak, menyentuh dan membangun interaksi dengan pendengar.

Peserta juga diingatkan untuk mempersiapkan materi dengan baik serta menguasai poin-poin utama sebelum tampil. Hal tersebut penting untuk mengantisipasi apabila terjadi gangguan atau perubahan situasi ketika berada di hadapan audiens.

Usai pelaksanaan lomba, Sekcam Ahmad Rosadi kembali memberikan arahan sekaligus apresiasi kepada para peserta dan dewan juri. Ia menjelaskan perbedaan gaya penyampaian antara ceramah dan pidato serta pentingnya kesiapan mental bagi seorang pembicara.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengawali penyampaiannya dengan hamdalah dan salawat, menyapa serta menghormati keluarga, para tamu undangan dan dewan juri.

Ahmad Rosadi memberikan penghargaan kepada para dewan juri yang dinilai memiliki kompetensi dan pengalaman dalam memberikan penilaian kepada para peserta.

Ia juga memberikan motivasi agar para peserta tidak menjadikan hasil perlombaan sebagai satu-satunya tujuan.

“Menang atau tidak menang bukanlah akhir dari semuanya. Yang terpenting adalah keberanian untuk tampil, pengalaman yang diperoleh, serta kemampuan untuk terus belajar dan memperbaiki diri,” pesannya.

Dengan digelarnya lomba pidato tersebut, Pemerintah Kecamatan Ciseeng berharap kegiatan dalam rangka HUT RI ke-81 tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana membangun keberanian, kreativitas dan kemampuan masyarakat dalam berkomunikasi di depan publik.

(Agustion)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *