Bogor, jarinusa.id – Pemerintah Desa Pengasinan, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor, sukses menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-2 Tingkat Desa pada Sabtu (25/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Desa Pengasinan ini berlangsung meriah dan penuh khidmat dengan diikuti ribuan warga serta 27 kafilah dari tujuh RW.
Rangkaian acara diawali dengan Pawai Ta’aruf yang mengambil titik start di selatan Perum Natura dan berakhir di Kantor Desa Pengasinan dengan jarak sekitar 1,5 kilometer. Pawai tersebut menjadi simbol semangat masyarakat dalam menyemarakkan syiar Islam serta mempererat kebersamaan antarwarga.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Pengasinan Nurholis, Sekretaris Desa Irvan Ruswandi, Ketua TP PKK Desa Yeni Nuraeni, Camat Gunungsindur M. Jamaludin, S.IP., M.Si., Anggota DPD RI Jihan Fahira, Ketua BPD Yudi Yudas, Ketua Karang Taruna Desa Sahril, Ketua MUI Desa Pengasinan Thohir, S.Pd., Ketua MUI Kecamatan Gunungsindur Ahmad Fatoni, Ketua BKMT Kecamatan, Bhabinkamtibmas Aiptu Rusnadi, Babinsa Peltu Dodi, para Ketua RT/RW, kepala dusun, kader PKK dan Posyandu, tenaga pendidik, tokoh agama, serta masyarakat Desa Pengasinan.
Acara pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Tegar Beriman, dan Mars MTQ, dilanjutkan laporan Ketua Panitia MTQ, Haris Al Fatih.
Dalam laporannya, Haris Al Fatih menjelaskan bahwa tema MTQ ke-2 Tahun 2026 adalah “MTQ Mewujudkan Revolusi Mental yang Berakhlakul Karimah untuk Mewujudkan Generasi Muda Gemilang Berpedoman pada Al-Qur’an.” Tema tersebut diharapkan menjadi motivasi dalam membentuk generasi muda yang beriman, berakhlak mulia, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Anggota DPD RI Jihan Fahira memberikan apresiasi atas terselenggaranya MTQ tingkat desa tersebut. Menurutnya, anak-anak yang belajar, membaca, dan menghafal Al-Qur’an merupakan aset berharga bagi masa depan bangsa.
> “Kalian adalah generasi penerus bangsa yang diharapkan senantiasa berjalan di jalan Allah SWT, berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan sunah Rasulullah SAW. Bangsa ini membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua MUI Desa Pengasinan Thohir, S.Pd. mengajak seluruh masyarakat untuk terus mensyukuri nikmat Allah SWT atas terselenggaranya MTQ ke-2 tersebut.
“Semoga kegiatan ini menjadi sarana meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat,” tuturnya.
Senada dengan itu, Ketua MUI Kecamatan Gunungsindur Ahmad Fatoni menegaskan bahwa orang-orang yang mencintai, membaca, menghafal, serta mengajarkan Al-Qur’an merupakan golongan yang dimuliakan oleh Allah SWT.
Camat Gunungsindur M. Jamaludin, S.IP., M.Si. juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Pengasinan yang terus konsisten menyelenggarakan MTQ sebagai bagian dari pembinaan generasi Qurani.
“Melalui MTQ ini kita terus menggali potensi sumber daya manusia yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an. Masyarakat yang dekat dengan Al-Qur’an akan menjadi masyarakat yang beriman, berakhlak mulia, serta mampu mewujudkan cita-cita baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Alhamdulillah, pada MTQ Tingkat Kabupaten Bogor tahun lalu, Kecamatan Gunungsindur berhasil meraih tiga prestasi terbaik dari cabang qari dan qariah. Prestasi ini menjadi motivasi bagi kita semua,” ungkapnya.
Sebagai penutup rangkaian sambutan, Kepala Desa Pengasinan Nurholis secara resmi membuka pelaksanaan MTQ ke-2 Tingkat Desa Pengasinan.
Usai acara pembukaan, Nurholis menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan MTQ serta tingginya antusiasme masyarakat.
“Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik. Tahapan pertama diawali dengan Pawai Ta’aruf yang diikuti masyarakat dan para kafilah dengan antusias luar biasa. Atas nama Pemerintah Desa Pengasinan, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang telah berpartisipasi. Semoga MTQ ini menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an serta melahirkan generasi yang berprestasi, beriman, dan berakhlakul karimah,” ujar Nurholis.
Pelaksanaan MTQ ke-2 Desa Pengasinan diharapkan tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi wadah pembinaan karakter, memperkuat nilai-nilai keislaman, serta melahirkan qari, qariah, hafiz, dan hafizah yang mampu mengharumkan nama Desa Pengasinan hingga ke tingkat yang lebih tinggi.
(Agustion)









Leave a Reply