Bogor, Jarinusa.id — Suasana religius dan penuh kebersamaan mewarnai pelaksanaan pengajian bulanan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Desa Cogreg, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, yang digelar di Aula Kantor Pemerintah Desa (Pemdes) Cogreg, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan yang kali ini dilaksanakan di wilayah RW 07 tersebut dihadiri sekitar 300 jamaah yang mayoritas merupakan kaum ibu. Para jamaah memenuhi aula Kantor Desa Cogreg untuk mengikuti rangkaian kegiatan pengajian sekaligus mempererat tali silaturahmi antar warga.
Pengajian BKMT tersebut diselenggarakan oleh Ketua RW 07, Ahmad Sanusi. Turut hadir Kepala Desa Cogreg Mad Yusuf Supriatna yang akrab disapa Lurah Yus, Ketua TP PKK Desa Cogreg Maisaroh, Kepala Dusun Abdul Haris, perwakilan KUA Linah, Ketua BKMT Desa Cogreg Siti Sumiati, Ketua RW 04 Mad Sani, Ketua RT 02 Idak, Akmal, Kepala Dusun Sumantri, Ebiet, penceramah Ustadz H. M. Gozali Lubis, Lc., serta tim hadroh Az Zahira.
Perkuat Ukhuwah Islamiyah
Ketua RW 07 Ahmad Sanusi dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur karena kegiatan pengajian BKMT Desa Cogreg dapat kembali dilaksanakan dengan antusiasme masyarakat yang tinggi.
“Alhamdulillah, pada pagi hari ini kita dapat kembali melaksanakan pengajian BKMT Desa Cogreg. Saya juga ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh Ketua Pengajian dan semua pihak yang telah membantu, baik dalam bentuk tenaga, pikiran, materi maupun dukungan lainnya,” ujarnya.
Menurut Ahmad, dukungan seluruh pihak terhadap kegiatan keagamaan tersebut merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pengajian di tengah masyarakat.
Ia berharap seluruh kebaikan dan bantuan yang diberikan mendapatkan balasan berlipat ganda serta keberkahan dari Allah SWT.
“Saya juga mengharapkan kepada seluruh jamaah, khususnya Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu, agar kegiatan seperti ini dapat terus kita laksanakan dan kita jaga keberlangsungannya. Mari kita terus memperkuat ukhuwah Islamiyah di antara kita,” tuturnya.
Ia menambahkan, melalui ibadah, majelis ilmu dan silaturahmi, masyarakat diharapkan semakin dekat dengan Allah SWT serta semakin kuat dalam menjaga persaudaraan.
Kades: Pengajian Digelar Bergiliran di Setiap Wilayah
Sementara itu, Kepala Desa Cogreg Mad Yusuf Supriatna dalam sambutannya mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang menghadiri pengajian BKMT tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini adalah pengajian yang berbeda. Saya melihat wajah-wajah yang hadir hari ini begitu banyak dan semuanya terlihat manis dan menarik. Alhamdulillah, kita bisa berkumpul bersama dalam kegiatan pengajian di Desa Cogreg,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan tersebut membawa keberkahan, kesehatan dan umur panjang bagi seluruh jamaah yang hadir.
Mad Yusuf menjelaskan, pengajian BKMT Desa Cogreg dilaksanakan secara bergiliran di setiap wilayah. Dengan pola tersebut, setiap RW diharapkan mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah kegiatan pengajian.
“Memang setiap bulan kegiatan pengajian ini kita lakukan secara bergiliran. Jadi, dalam satu tahun kurang lebih setiap wilayah mendapatkan giliran satu kali,” jelasnya.

Ia berharap ke depan kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara bergilir mulai dari RW 01 dan seterusnya.
Menurutnya, lokasi pelaksanaan bukanlah hal utama. Yang terpenting adalah niat masyarakat untuk menuntut ilmu agama, mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan.
“Di mana pun kita melaksanakan pengajian, baik di wilayah maupun di lingkungan desa, mudah-mudahan niat kita tetap sama, yaitu untuk mencari ilmu dan mempererat silaturahmi,” katanya.
Pengajian Jadi Ruang Silaturahmi dan Informasi Pemerintahan
Lebih lanjut, Mad Yusuf berharap kegiatan BKMT senantiasa mendapatkan dukungan dari para guru, tokoh masyarakat, ketua RW, ketua RT dan seluruh masyarakat Desa Cogreg.
Selain menjadi sarana menambah wawasan keagamaan, menurutnya pengajian juga dapat menjadi ruang komunikasi antara pemerintah desa dengan masyarakat.
“Karena melalui pengajian ini, selain menuntut ilmu agama, kita juga bisa mendapatkan berbagai informasi mengenai program dan kegiatan pemerintahan,” ujarnya.
Ia kemudian menyampaikan informasi mengenai kegiatan pendataan dan pelayanan kepada masyarakat yang sebelumnya telah dilaksanakan di tingkat kecamatan.
Ia mengajak masyarakat yang belum mengikuti kegiatan tersebut untuk memanfaatkan kesempatan berikutnya apabila kembali dilaksanakan.
Ajak Warga Kibarkan Merah Putih
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Cogreg juga mengingatkan para ketua RW dan seluruh masyarakat, khususnya warga yang berada di sepanjang jalan utama Desa Cogreg, untuk bersama-sama menyemarakkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dengan memasang bendera Merah Putih.
“Saya juga ingin mengingatkan kepada para ketua RW dan seluruh masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Desa Cogreg dan di sepanjang jalan utama, apabila ada imbauan atau informasi mengenai pemasangan bendera Merah Putih, mari kita laksanakan bersama,” tegasnya.
Menurut Mad Yusuf, pemasangan bendera Merah Putih bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi wujud kecintaan dan penghormatan masyarakat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Pemasangan bendera Merah Putih bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga merupakan bentuk kecintaan dan penghormatan kita kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.
Tausiyah Ustadz H. M. Gozali Lubis
Memasuki penghujung acara, jamaah kemudian mengikuti tausiyah yang disampaikan Ustadz H. M. Gozali Lubis, Lc.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Gozali mengawali pembahasan dengan mengajak jamaah merenungkan tentang usia manusia dan kehidupan umat terdahulu.
“Berbicara tentang umur, umat terdahulu memang memiliki usia yang panjang. Nabi Nuh AS, misalnya, berdakwah kepada kaumnya selama 950 tahun. Bayangkan, 950 tahun itu adalah masa dakwahnya, bukan keseluruhan usia beliau,” tuturnya.
Menurutnya, umat Nabi Muhammad SAW diberikan rentang usia yang relatif singkat, yakni rata-rata berkisar antara 60 hingga 70 tahun. Karena itu, waktu yang diberikan Allah SWT hendaknya dimanfaatkan sebaik mungkin untuk beribadah, menuntut ilmu, berbuat kebaikan dan memberikan manfaat bagi sesama.
Ia mengingatkan jamaah agar tidak terlena dengan kehidupan dunia, sebab usia manusia terus berjalan dan tidak seorang pun mengetahui kapan ajal akan datang.
“Jangan sampai usia yang singkat ini kita habiskan hanya untuk mengejar urusan dunia. Mari kita manfaatkan waktu yang Allah berikan untuk memperbanyak ibadah, amal saleh, bersedekah, menghadiri majelis ilmu dan memperbanyak silaturahmi,” pesannya.
Ustadz Gozali juga mengajak jamaah untuk menjadikan majelis taklim sebagai salah satu sarana memperbaiki diri. Menurutnya, berkumpul dalam majelis ilmu bukan hanya menambah pengetahuan agama, tetapi juga menjadi pengingat agar kehidupan sehari-hari senantiasa berada di jalan yang diridhoi Allah SWT.
“Selagi Allah masih memberikan umur dan kesehatan, mari kita gunakan untuk melakukan kebaikan. Jangan menunggu tua untuk beribadah dan jangan menunggu memiliki banyak harta untuk bersedekah. Setiap kebaikan yang kita lakukan, sekecil apa pun, insya Allah akan menjadi bekal kita di akhirat,” pungkasnya.
Tausiyah tersebut menjadi penutup rangkaian pengajian BKMT Desa Cogreg yang berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Kegiatan diakhiri dengan doa bersama, dengan harapan seluruh jamaah senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan umur, kekuatan dalam beribadah serta semakin erat dalam menjaga ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
(Agustion)













Leave a Reply