Palabuhanratu, jarinusa.id — Kondisi memprihatinkan terjadi di penampungan bak sampah di Jalan Kampung Gobang, Palabuhanratu. Tumpukan sampah yang tak kunjung diangkut membuat kondisi semakin parah hingga meluber ke badan jalan dan menimbulkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas warga.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sampah yang terus menumpuk tidak hanya merusak estetika lingkungan, tetapi juga menghambat pengguna jalan. Bau tak sedap semakin terasa menyengat terutama pada siang hari, sehingga memicu keresahan masyarakat sekitar.
“Baunya sudah sangat menyengat, apalagi kalau siang hari. Sampahnya juga sudah sampai ke jalan, jadi mengganggu,” ujar salah satu warga, Selasa (07/04/2026).
Keluhan warga juga ramai disuarakan melalui media sosial. Dalam berbagai komentar, masyarakat menilai penumpukan sampah ini dapat merusak lingkungan bahkan berpotensi menyebabkan banjir. Beberapa warga juga mengusulkan agar tempat pembuangan sementara (TPS) dibenahi atau dibongkar jika tidak dikelola dengan baik.
Di sisi lain, terdapat informasi bahwa sebelumnya telah direncanakan sistem pengelolaan sampah berbasis warga. Dalam rapat desa, disebutkan adanya rencana iuran kebersihan sekitar Rp3.000 per kepala keluarga setiap dua minggu, dengan skema pengambilan sampah langsung dari depan rumah warga oleh petugas di tingkat RT.
Namun hingga kini, rencana tersebut belum berjalan optimal karena masih menunggu hasil musyawarah di masing-masing wilayah.
Perangkat desa pun mengakui keterbatasan armada pengangkutan. Dalam pernyataan yang beredar melalui komentar di media sosial akun @Ijang Fariz, pihak desa menyebut telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi untuk melakukan pengangkutan, meski belum maksimal.
“Kami terus meminta DLH Kabupaten Sukabumi untuk mengangkut sampah yang sudah menumpuk lebih dari sebulan, karena kami belum memiliki armada sendiri. Mari kita selesaikan bersama,” demikian imbauan yang disampaikan kepada warga.
Sementara itu, salah satu kepala dusun atas nama akun, @Keenan Sidqi Putra Aripin, turut angkat bicara dan menyatakan kesiapan membantu penanganan sampah. Ia juga mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam mencari solusi bersama.
“Kami siap, tinggal warga. Dalam waktu dekat akan segera diangkut. Kami juga mengundang bapak/ibu untuk hadir dalam musyawarah pada hari Jumat ba’da Isya di rumah Pak Kadus. Semoga bisa memberikan solusi terbaik ke depannya, karena ini tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Warga berharap dinas terkait segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan ini. Mereka juga menekankan pentingnya sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi agar kejadian serupa tidak terus berulang. Pasalnya, jika dibiarkan berlarut-larut, tumpukan sampah berpotensi menjadi sumber penyakit dan mencemari lingkungan sekitar.
(Aden)

















