Depok, jarinusa.id – Semangat pelestarian budaya Nusantara kembali bergema di Kota Depok. Pengurus Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) Cabang Depok resmi dikukuhkan pada Rabu (18/02/2026) di Pancoran Mas, Depok.
Mengusung tema “Kebaya sebagai Identitas, Perempuan sebagai Penjaga Peradaban”, acara ini menegaskan bahwa kebaya bukan sekadar busana tradisional, melainkan simbol harga diri dan jati diri bangsa Indonesia.
Perempuan sebagai Penjaga Peradaban
Ketua Umum PBI, Rahmi Hidayati, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi penerus.
“Kebaya adalah identitas kita. Dengan mengukuhkan PBI di Depok, kita berkomitmen untuk terus memasyarakatkan kebaya agar tidak lekang oleh waktu dan tetap relevan di tengah modernisasi,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi antusiasme pengurus PBI Depok, terutama keterlibatan generasi muda yang dinilai memiliki semangat kuat dalam menjaga warisan leluhur.
“Sangat membahagiakan melihat perempuan dan generasi muda di Depok begitu tertarik dan cinta pada kebaya, hingga bersedia bergerak bersama untuk pelestariannya,” tambahnya.
Rahmi berharap program edukasi kebaya dapat berjalan secara masif, termasuk menghadirkan tutor terbaik guna memperkenalkan pakem dan filosofi kebaya kepada anak muda.
Sinergi Budaya Lokal Depok
Sementara itu, Ketua PBI Depok yang baru dilantik, Maya Aprillia, menyatakan komitmennya untuk menguatkan identitas kebaya dengan kekayaan budaya lokal Depok, seperti Batik Gong Sibolong serta ikon khas kota berupa buah belimbing.
“Terpilihnya saya sebagai Ketua PBI Depok adalah amanah besar. Ini harus kita kuatkan dan sinergikan agar budaya terus bergulir sesuai harapan bersama,” tutur Maya.
Rencana Aksi dan Pemberdayaan UMKM
Sebagai langkah konkret, PBI Depok telah menyiapkan sejumlah program strategis, di antaranya:
- Talkshow budaya busana
- Edukasi pakem dan filosofi kebaya
- Program “Kebaya Goes to Campus/School” untuk menumbuhkan kebanggaan generasi muda
- Pemberdayaan UMKM melalui kolaborasi dengan perajin dan penjahit lokal
Acara pengukuhan ditutup dengan sesi ramah tamah yang menampilkan keanggunan para pengurus dalam balutan kebaya, memperlihatkan harmoni antara tradisi dan semangat modern.
Sebagai informasi, saat ini PBI telah memiliki 22 cabang di Indonesia serta 22 titik cabang di Eropa. Kebaya juga telah diakui dan terdaftar di UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda, memperkuat posisinya sebagai bagian penting dari identitas budaya dunia.
(Aden)

















