Depok, jarinusa.id – Menjelang bulan suci Ramadan hingga Idul Fitri, Polres Metro Depok menggelar Apel Siaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) bersama potensi masyarakat dan organisasi kemasyarakatan (ormas) se-Kota Depok, Kamis (26/02/26).
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Apel Tower Zam Zam ini diikuti para Pejabat Utama (PJU) serta Kapolsek jajaran. Apel tersebut menjadi simbol kuat komitmen bersama dalam menjaga kondusivitas wilayah di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
Kapolres Metro Depok, Abdul Waras, menegaskan bahwa kehadiran seluruh elemen dalam apel siaga merupakan wujud nyata kolaborasi menjaga lingkungan dari berbagai potensi gangguan.
“Kehadiran rekan-rekan sekalian merupakan wujud nyata komitmen dan semangat bersama dalam menjaga lingkungan dari berbagai potensi ancaman dan gangguan, sehingga tercipta kondisi yang aman dan tertib,” ujarnya.
Antisipasi Provokasi hingga Gangguan Digital
Menurutnya, perkembangan dinamika sosial saat ini berpotensi memicu gangguan kamtibmas, mulai dari provokasi di media sosial, kesalahpahaman antarwarga, hingga persaingan antar kelompok.
Karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas elemen demi menciptakan rasa aman, tidak hanya di lingkungan fisik tetapi juga di ruang digital.
“Kondisi aman itu mencakup keamanan warga saat beraktivitas, pengguna jalan, pelaku usaha, rumah ibadah, hingga ruang digital. Kenyamanan berarti hadirnya rasa teduh dan kepastian kehadiran negara di tengah masyarakat,” jelasnya.
Lima Langkah Strategis Jaga Kondusivitas
Dalam arahannya, Kapolres memaparkan sejumlah langkah strategis yang harus dijalankan bersama:
1. Menjadi teladan dalam ketertiban
Masyarakat diminta mematuhi aturan, menjaga etika di ruang publik maupun media sosial, serta menghindari konvoi liar dan keributan yang mengganggu ketertiban umum.
2. Menolak hoaks dan provokasi
Warga diimbau tidak mudah terprovokasi serta bijak menyaring dan memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya.
3. Kedepankan musyawarah
Setiap persoalan diselesaikan melalui komunikasi yang menyejukkan dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan Bhabinkamtibmas, tanpa tindakan main hakim sendiri.
4. Perkuat Satkamling dan Pokdar Kamtibmas
Menjelang Idul Fitri, pengamanan lingkungan perlu ditingkatkan melalui ronda terjadwal dan pemantauan titik rawan secara humanis.
5. Segera laporkan potensi gangguan
Indikasi tawuran, provokasi, atau gangguan kamtibmas lainnya diminta segera dilaporkan melalui Bhabinkamtibmas, Polsek/Polres terdekat, atau Call Center 110.
Kapolres juga menegaskan bahwa aspirasi masyarakat yang disampaikan secara damai tetap dihormati. Namun, tindakan kekerasan dan anarkis tidak akan ditoleransi dan akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.
“Jaga Warga – Jaga Depok”
Apel siaga ini menjadi pesan kuat bahwa sinergi antara kepolisian, ormas, dan masyarakat adalah kunci utama menjaga stabilitas keamanan Kota Depok.
“Mari kita wujudkan Jaga Warga – Jaga Depok sebagai gerakan nyata yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.
Dengan semangat kebersamaan tersebut, diharapkan Kota Depok tetap aman, damai, dan kondusif sepanjang Ramadan hingga perayaan Idul Fitri.
(Aden)













