Depok, jarinusa.id – Sebanyak sembilan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Baitul Quran yang diduga mengalami keracunan makanan masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Brimob, Kelapa Dua, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok. Para santri tersebut mendapat penanganan langsung dari tenaga kesehatan (nakes) yang berjaga sejak insiden ini terjadi.
Wali Kota Depok, Supian Suri, pada Kamis (04/09/25) siang terlihat hadir menjenguk para santri. Kehadirannya disambut hangat pihak rumah sakit serta pengurus ponpes. “Kami mendoakan semoga para santri segera pulih. Pemerintah Kota Depok juga terus memantau perkembangan kasus ini,” ucap Supian Suri.
Berdasarkan data sementara, sekitar 160 orang terdiri dari santri maupun pengurus pesantren dilaporkan mengalami gejala serupa usai menyantap hidangan. Gejala paling dominan adalah diare, mual, dan muntah, yang muncul secara bersamaan beberapa jam setelah makan.
Suasana di lingkungan rumah sakit terpantau cukup sibuk. Sejumlah orang tua dan kerabat berdatangan untuk memastikan kondisi putra-putrinya. Pihak rumah sakit menambah tenaga medis dan ruang observasi guna mempercepat penanganan pasien.
Kepala RS Bhayangkara Brimob menyebut, sebagian besar pasien sudah membaik meski masih ada yang membutuhkan pengawasan lebih lanjut. “Kami fokus memberikan cairan dan obat-obatan sesuai kebutuhan pasien. Semoga dalam beberapa hari ke depan kondisi mereka stabil,” ujarnya.
Kasus ini menimbulkan perhatian publik. Di media sosial, doa dan dukungan terus mengalir untuk para santri. Beberapa warganet berharap pihak berwenang segera menelusuri sumber makanan yang menyebabkan insiden tersebut agar tidak terulang kembali.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Depok telah menurunkan tim investigasi untuk mengambil sampel makanan yang diduga sebagai pemicu keracunan massal. Hasil uji laboratorium masih menunggu beberapa hari ke depan.
Meski sempat menimbulkan kepanikan, pihak pesantren memastikan aktivitas belajar tetap berjalan. Para santri yang sehat mengikuti kegiatan seperti biasa, dengan pengawasan ketat dari pengurus dan tim medis.
[Aden]













