Depok, jarinusa.id – Upaya meningkatkan pelayanan kesehatan darurat terus digencarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. Salah satunya melalui kolaborasi antara Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok dan Rumah Sakit (RS) Hermina Depok yang kembali menggelar Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Kegiatan ini berlangsung di Aula Lantai 6 RS Hermina, Rabu (27/08/29), dengan melibatkan puluhan relawan dari berbagai komunitas ambulans.
Pelatihan kali ini merupakan gelombang kedua, setelah sebelumnya difokuskan pada para pengemudi ambulans siaga hibah Pemkot Depok. Untuk sesi terbaru, peserta berasal dari relawan ambulans komunitas, termasuk armada yang dimiliki oleh Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok. Dengan demikian, semakin banyak tenaga terlatih yang siap memberikan pertolongan cepat di lapangan.
Kepala Dinkes Kota Depok, Mary Liziawati, menegaskan bahwa pelatihan ini sangat penting untuk membekali para relawan dengan keterampilan dasar penanganan medis darurat. Menurutnya, semakin cepat pertolongan diberikan, maka peluang keselamatan pasien pun meningkat signifikan. “Pelatihan ini bertujuan agar para relawan mampu memberikan penanganan awal pada kasus kegawatdaruratan medis. Sehingga dapat menjamin keselamatan pasien sekaligus memastikan prosedur evakuasi pra-rumah sakit berjalan sesuai standar,” ujarnya.
Mary juga menyampaikan bahwa seluruh ambulans siaga, baik yang dikelola pemerintah maupun komunitas, kini sudah tergabung dalam jejaring Public Safety Center (PSC) 119 Kota Depok. Dengan adanya integrasi ini, sistem penanganan gawat darurat di Kota Depok diharapkan lebih responsif, terstruktur, dan mudah diakses masyarakat. Ia menambahkan, keberadaan PSC 119 merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan layanan kesehatan darurat yang lebih cepat dan efisien.
Sementara itu, perwakilan manajemen RS Hermina Depok, dr. Andi Setiawan, mengatakan bahwa pihaknya merasa bangga bisa ikut berkontribusi dalam kegiatan sosial ini. “Kami di RS Hermina siap mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Pelatihan BHD bukan hanya tentang teori, tetapi juga praktik langsung yang dapat menyelamatkan nyawa. Semakin banyak relawan yang terampil, maka semakin besar peluang pasien tertolong,” tuturnya.
Mary pun menutup dengan harapan besar agar para relawan tidak hanya memiliki semangat kemanusiaan, tetapi juga keterampilan teknis yang mumpuni untuk menangani pasien sebelum dibawa ke rumah sakit. “Harapannya, para relawan bisa memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat. Dengan begitu, kualitas pelayanan kegawatdaruratan di Depok akan semakin meningkat dan masyarakat merasa lebih terlindungi,” pungkasnya.
Pelatihan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, rumah sakit, dan komunitas memiliki peran penting dalam membangun sistem kesehatan yang tangguh. Selain memperkuat kesiapsiagaan, kegiatan semacam ini juga mendorong tumbuhnya kesadaran bersama bahwa keselamatan pasien adalah prioritas utama.
[Aden]