Jakarta, jarinusa.id – Suasana khidmat menyelimuti Istana Negara pada Senin pagi ketika Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung upacara penganugerahan Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan. Dalam momentum yang penuh makna tersebut, Menteri Luar Negeri Sugiono menerima penghargaan bergengsi Bintang Mahaputera Utama, sebuah tanda kehormatan yang hanya diberikan kepada putra-putri bangsa yang dinilai memiliki jasa luar biasa bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Penghargaan ini diberikan bukan tanpa alasan. Menlu Sugiono dianggap berhasil memperkuat politik luar negeri bebas aktif Indonesia, memperluas jaringan kerja sama bilateral dan multilateral dengan berbagai negara, serta memastikan perlindungan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) di mancanegara tetap menjadi prioritas utama.
“Menganugerahkan Bintang Mahaputera Utama kepada Saudara Sugiono. Beliau berjasa luar biasa dalam bidang diplomasi internasional melalui kiprah sebagai Menteri Luar Negeri yang memperkuat politik luar negeri bebas aktif, memperluas kerja sama bilateral dan multilateral, serta melindungi kepentingan warga negara Indonesia di luar negeri,” bunyi kutipan Keputusan Presiden yang dibacakan dalam acara tersebut.
Bintang Mahaputera Utama sendiri merupakan salah satu tanda kehormatan tertinggi negara yang diberikan kepada tokoh berjasa dalam menjaga keutuhan, kelangsungan, dan kejayaan bangsa. Pada tahun ini, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 73 hingga 78/TK/2025, terdapat 141 tokoh nasional yang masuk daftar penerima.
Presiden Prabowo dalam sambutannya menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi negara terhadap dedikasi luar biasa para tokoh yang telah berjuang, baik di bidang diplomasi, pertahanan, pendidikan, maupun bidang strategis lainnya.
“Sekali lagi terima kasih atas jasa-jasa pengabdian saudara sekalian. Semoga jasa-jasa tersebut menjadi warisan bagi generasi penerus,” ujar Presiden Prabowo penuh harap.
Selain Sugiono, beberapa tokoh diplomasi kenamaan Indonesia juga turut menerima tanda kehormatan. Marty Natalegawa, Retno Marsudi, dan Noer Hassan Wirajuda masing-masing dianugerahi Bintang Mahaputera Adipurna, sementara Dino Patti Djalal memperoleh Bintang Mahaputera Adipradana. Kehadiran mereka menambah khidmat upacara yang sarat nilai historis itu.
Penganugerahan ini bukan hanya seremoni, tetapi juga pengingat bahwa kiprah diplomasi Indonesia telah lama menjadi pilar penting dalam menjaga posisi strategis bangsa di kancah internasional. Melalui tokoh-tokoh seperti Sugiono dan para menteri luar negeri sebelumnya, Indonesia menegaskan konsistensinya menjalankan politik luar negeri bebas aktif yang menjadi warisan abadi sejak era awal kemerdekaan.
Nop (antara)