Depok, jarinusa.id – Setelah seharian penuh beraktivitas, malam hari sering kali menjadi waktu yang tepat untuk merenung dan kembali menata hati. Banyak orang memilih menjadikan renungan malam sebagai cara sederhana menenangkan pikiran, sekaligus mendekatkan diri pada Sang Pencipta.
Psikolog dari Universitas Indonesia, Rani Kusuma, menjelaskan bahwa renungan malam bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga bagian dari self healing. “Dengan meluangkan waktu sejenak untuk merefleksikan apa yang telah dilakukan sepanjang hari, seseorang dapat lebih mengenal dirinya sendiri dan menyusun langkah positif untuk esok hari,” ujarnya, Senin (25/08/25).
Fenomena renungan malam kini semakin populer, terutama di kalangan anak muda. Banyak komunitas bahkan mengadakan acara khusus, baik secara daring maupun tatap muka, untuk berbagi pengalaman hidup serta saling memberi semangat.
Salah satu peserta kegiatan renungan malam di Depok, Ahmad Rizki (27), mengaku merasakan ketenangan yang berbeda setelah mengikuti kegiatan tersebut. “Biasanya setelah ikut renungan malam, tidur jadi lebih nyenyak, hati terasa lebih ringan,” ungkapnya.
Pemerhati spiritualitas, Ustaz Rahmat Hidayat, menambahkan bahwa malam hari adalah waktu yang istimewa. “Di saat banyak orang terlelap, momen hening ini justru bisa menjadi jendela perenungan terbaik. Kita bisa berdoa, menuliskan syukur, hingga mengevaluasi diri,” katanya.
Renungan malam kini dianggap sebagai langkah kecil namun berdampak besar. Dengan kesibukan yang kian padat, menyisihkan waktu beberapa menit sebelum tidur untuk merenung, berdoa, atau sekadar menenangkan diri bisa menjadi cara ampuh menjaga kesehatan mental sekaligus memperkuat spiritualitas.
[Aden]