Jakarta, jarinusa.id – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Kota Depok melakukan kunjungan silaturahmi ke FPKS DPRD DKI Jakarta, Rabu (27/08/2025). Pertemuan ini bukan sekadar ajang mempererat persaudaraan antarlembaga legislatif, melainkan juga membangun sinergi strategis menghadapi tantangan kawasan aglomerasi Jabodetabek.
Anggota DPRD Kota Depok, H. Bambang Sutopo (HBS), menegaskan bahwa kolaborasi lintas daerah menjadi kunci dalam mengatasi persoalan bersama. Isu-isu perkotaan seperti kemacetan, banjir, transportasi massal, tata ruang, hingga perumahan rakyat tidak bisa diselesaikan secara parsial oleh satu daerah saja.
“Depok dan Jakarta adalah dua kota yang tidak terpisahkan. Tantangan kota-kota aglomerasi tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri, solusinya harus lahir dari kolaborasi,” ujar HBS.
Dalam diskusi, kedua belah pihak menyoroti sejumlah isu konkret, di antaranya integrasi transportasi publik (KRL, TransJakarta, hingga LRT Jabodetabek), pengendalian banjir lintas wilayah, serta sinkronisasi tata ruang agar pembangunan tidak saling berbenturan.
FPKS menegaskan, Jakarta sebagai ibu kota negara dan Depok sebagai kota penyangga harus bergerak dalam satu visi perjuangan: menghadirkan kota yang ramah warga, adil, dan berdaya saing. “Kita bukan sekadar dua kota yang bertetangga, tetapi dua gerbang yang saling menguatkan,” tegas HBS.
Lebih jauh, FPKS juga mendorong pembentukan Forum Legislator PKS Jabodetabek. Forum ini diharapkan mampu mengawal isu strategis seperti sinkronisasi RPJMD, mendorong regulasi lintas daerah, serta menyusun program sosial-ekonomi yang berdampak langsung pada masyarakat di kawasan perbatasan.
Sebagai partai dakwah, PKS juga menekankan pentingnya memberi teladan politik kolaboratif. Menurut HBS, DPRD tidak hanya fokus pada agenda formal, tetapi juga harus aktif dalam advokasi publik lintas wilayah.
“Apa yang menguatkan Jakarta pasti menguatkan Depok, dan sebaliknya. Mari jadikan momentum ini sebagai komitmen bersama agar kolaborasi tidak berhenti pada pertemuan, tetapi menjelma menjadi gerakan nyata,” pungkas HBS.
[Aden]