Lebak, Banten, jarinusa.id – Tempat wisata budaya ini terletak di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. Ini terletak di wilayah Suku Baduy, yang mencakup kelompok Baduy Dalam dan Baduy Luar. Meskipun modernisasi telah menyebar ke berbagai tempat, Baduy terus mempertahankan tradisi leluhur yang kuat dan hidup selaras dengan alam.
Akses & Lokasi
Dengan akses jalan yang cukup untuk transportasi pribadi dan umum, perjalanan dari pusat Kabupaten Lebak ke Baduy hanya membutuhkan sekitar satu jam.
Destinasi & Aktivitas Wisata
1. Saba Budaya Baduy
Visiting Baduy adalah tentang “Saba Budaya Baduy”, yang berarti bahwa itu bukan hanya wisata, tetapi juga kesempatan untuk berhubungan budaya dengan masyarakat Baduy. Selama kunjungan, aturan dan kebiasaan sangat dijunjung tinggi.
Di sini, pengunjung bisa menikmati:
Atraksi budaya seperti Seba Baduy, Angklung Buhun, Calung Renteng, serta berbagai aktivitas seperti menenun, pembuatan tas rotan, benang, dan lain-lain.
Suvenir khas seperti gula aren, madu hutan, gula jahe, kopi, hingga durian.
Paket wisata tematik dengan ragam harga yang terjangkau.
2. Kampung Tradisional Baduy Luar
Kampung seperti Marengo dan Babakan Jaro menyambut wisatawan dengan nuansa tradisi yang kental. Tidak ada listrik, sinyal, maupun kendaraan modern—hidup sangat alami. Harga kunjungan berkisar sangat terjangkau, dimulai dari sekitar Rp 5.000 per orang.
3. Landmarks Alam & Budaya
Lembur Gajeboh terkenal dengan jembatan bambu sepanjang 24 meter di atas Sungai Cihujung—ikon wisata yang sangat fotogenik.
Jembatan Akar (Batara) dan Jembatan Bambu menjadi jalur trekking sekaligus landmark bersejarah bagi pengunjung yang melakukan perjalanan menuju Baduy Dalam.
Aturan & Etika Kunjungan
Wilayah Baduy Dalam sangat terbatas penggunaan perangkat elektronik, kamera, dan dilarang kuatir terhadap barang modern—untuk menjaga kesakralan adat.
Norma adat (pikukuh) Baduy sangat ketat, termasuk larangan mengubah aliran air, membuka lahan, memasukkan teknologi kimia, memotong hutan, dan banyak lagi.
Disarankan menggunakan pemandu lokal untuk menghormati adat dan membantu interaksi yang lebih baik dengan masyarakat. Biayanya berkisar antara Rp 150.000–Rp 250.000 per hari.
Wisata di Baduy bukan hanya sekadar kunjungan, melainkan pengalaman spiritual dan budaya yang mendalam. Bertemu kehidupan autentik yang masih memegang teguh tradisi, menjauhi hiruk-pikuk dan bersatu dengan alam—semua tersedia dalam satu paket keharmonisan yang langka.
Editorial: Nopiansyah